Berita Otomotif

Rem jadi peranti penting di mobil untuk mengurangi laju kendaraan. Ada dua jenis rem yang umum digunakan di mobil untuk saat ini, antara lain rem tromol dan rem cakram. Pada zaman dahulu rem tromol dianggap sudah sangat canggih dengan kelebihannya mengurangi laju kendaraan. 

Rem tromol biasa digunakan untuk mobil lawas sekitar tahun 1990-an atau yang lebih tua. Mobil keluaran terbaru di harga 300 juta ke atas kini umumnya memakai rem cakram di roda depan dan belakang. Namun masih ada segelintir model hatchback dan Low MPV yang setia dengan rem tromol di roda belakang. 

Kini keberadaan rem tromol mulai tergantikan rem cakram. Rem tromol memiliki kelebihan tersendiri sehingga masih jadi andalan walau sudah ada rem cakram.

Walau dianggap kuno, rem tromol masih jadi andalan di banyak mobil penumpang. Bahkan untuk bus dan truk, rata-rata masih mengandalkan rem tromol.

Mengapa pabrikan mobil masih mengandalkan rem tromol yang dianggap fitur kuno? Kali ini kami akan membahas berbagai kelebihan rem tromol yang membuatnya sulit tergantikan oleh rem cakram. 

Berikut ini ulasannya.

Cara Kerja Rem Tromol Mobil

Rem tromol bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem dengan tromol (drum) yang ikut berputar dengan putaran roda, sehingga diharapkan dapat mengurangi laju kendaraan secara perlahan. 

Rem tromol pada mobil biasanya sudah menggunakan sistem rem hidrolik, karena sudah memanfaatkan tekanan hidrolik dari master rem dan Booster untuk membantu melakukan tekanan kanvas rem.

Kelebihan dari rem tromol jika dibandingkan dengan rem cakram adalah karena kampasnya yang tertutup, sehingga tidak mudah disusupi kotoran ataupun debu. 

Debu dan kotoran tersebut dapat mengurangi kinerja rem, sehingga kampas atau tromolnya kotor, dan gesekan tidak optimal. Itu tadi faktor penting yang membuat rem tromol senantiasa jadi andalan di zaman modern. 

Meski sudah tergolong teknologi kuno, tapi rem tromol itu terkenal bandel alias jarang rewel. Memang secara penampilan jadi kurang sporty, karena tidak ada piringan besar dan kaliper di balik velgnya seperti pada mobil balap. 

Kemampuan Menahan Beban Berat

Salah satu kelebihan utama dari rem tromol adalah jenis rem ini menyediakan kontak lebih besar antara kampas rem dan bidang gesek di tromol. Karena kontak kampas rem dan tromol lebih besar, memungkinkan daya pengereman tersebar lebih luas. 

Rem tromol terdiri dari komponen utama silinder roda, kampas rem, dan tromol rem. Tromol adalah komponen yang menyerupai dua mangkuk yang menutup. Tampilannya sekilas mirip drum, sehinga disebut juga drum brake.

Rem tromol bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem dan tromol (drum) yang ikut berputar dengan roda kendaraan, sehingga mampu menghentikan laju kendaraan. 

Dalam proses tersebut kampas akan terungkit oleh tuas atau piston pendorong, untuk menghasilkan gaya gesek. Nah, gaya gesek inilah proses pengurangan laju kendaraan.

Performa Pengereman Lebih Lembut, Tapi Tetap Pakem

Soal kemampuan pengereman, rem cakram dinilai lebih pakem. Namun untuk mobil keluarga atau pemakaian sehari-hari, kombinasi rem cakram di depan dan tromol di belakang dinilai cukup ideal.

Rem tromol mampu menahan beban lebih berat saat kondisi penumpang penuh berikut barang bawaannya. Dalam situasi seperti ini butuh pengereman yang kinerjanya juga lembut. Rem tromol ideal menjawab kebutuhan tersebut karena permukaan kampas  yang bergesekan dengan tromol cukup lebar. 

Daya pengereman yang dihasilkan cukup kuat tapi prosesnya lembut. Jadi dari sisi kenyamanan, rem tromol ini tidak ngagetin saat rem mendadak karena prosesnya yang lembut tadi.

Sementara itu, roda depan dirancang dengan memakai rem cakram, karena saat mengerem maka bobot kendaraan pindah ke depan. Untuk itu, mobil penumpang juga tetap butuh kemampuan rem cakram yang lebih hebat dan responsif menahan gaya pengereman.

Jika rem tromol diterapkan di roda belakang, daya pengereman yang hanya berkisar 70 persen itu justru menguntungkan. Karena kemampuan pengereman roda belakang tak boleh melampaui kekuatan rem depan. 

Jika rem belakang lebih pakem, membuat kendaraan akan sulit dikendalikan saat rem mendadak. Bagian belakang mobil jadi rentan melintir karena roda belakang terkunci saat direm maksimal. 

Komponennya Sederhana dan Harganya Murah

Rem ini juga mempunyai keunggulan dalam ongkos produksinya yang terbilang jauh lebih murah. Sistem kerjanya juga terbilang mudah. Rem tromol bisa bekerja secara powerful dalam memberhentikan laju kendaraan berat sekalipun. 

Biaya perawatan rem tromol juga relatif lebih murah. Sebabnya karena rem tromol tidak mudah berkarat dan terpapar kotoran dari luar.

Meskipun komponennya simple namun performa kerjanya tetap bisa diandalkan. Hal inilah yang menyebabkan banyak pabrikan mobil masih menggunakan rem ini. 

Fungsi Tiap Komponen Rem Tromol Mobil

Rem tromol mobil terdiri dari backing plate, silinder roda, sepatu rem dan kampas, return spring, brake shoe holder, brake shoe adjuster, brake drum dan lainnya. Berikutnya ini fungsi masing-masing komponen tersebut. 

Brake Drum

Brake drum adalah komponen yang memiliki peranan sangat penting dalam sistem kerja rem tromol. Komponen ini terbuat dari bahan baja tuang, sehingga teksturnya sangatlah keras dan bentuknya menyerupai drum atau tabung.

Brake drum memiliki fungsi utama yaitu sebagai komponen yang bergesekan bersama kampas rem agar putaran roda akan berhenti di jalan. Komponen ini juga langsung terhubung dengan baut roda, sehingga tromol akan berputar mengikuti baut roda.

Backing Plate

Dikutip dari laman resmi Wuling, Backing plate adalah salah satu komponen rem tromol yang berbentuk pitingan berbahan dasar logam. Dimensinya cukup tipis dan diletakan di bagian belakang sistem rem tromol. 

Pada dasarnya, komponen ini berfungsi sebagai pelindung untuk komponen rem tromol yang lainnya. Bentuk dari backing plate adalah lingkaran yang memiliki banyak lubang dan memiliki banyak tonjolan. Tujuan utama banyaknya lubang dalam backing plate adalah untuk menyesuaikan dengan part standar dari rem tromol.

Silinder Roda

Silinder roda menjadi komponen rem tromol yang berguna untuk mengubah tekanan fluida dari master rem menjadi gerakan mekanis mendorong kampas. Jenis silinder roda yang berbentuk dual piston merupakan tipe yang paling populer, karena banyak dipakai untuk mendampingi tromol jenis leading dan juga jenis trailing. 

Silinder roda terdiri dari beberapa bagian seperti bagian wheel cylinder housing, bleeder nut, piston boot, spring dan piston. Apabila salah satu bagian silinder roda tidak bekerja dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja rem tromol secara keseluruhan.

Kampas Rem

Kampas juga menjadi komponen yang sering ditemukan dalam sebuah rem tromol. Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat yang biasanya dipakai untuk meletakan kampas rem pada sistem rem tromol. Sementara tempat meletakan kampas rem di komponen rem cakram disebut brake pad.

Sepatu rem biasanya memiliki bentuk menyerupai lingkaran yang terdiri dari 2 buah sepatu dengan bentuk yang setengah lingkaran. Sepatu rem tidak akan bersinggungan atau berhubungan langsung dengan tromol bila tidak bekerja.

Return Spring

Return spring adalah komponen rem tromol yang tidak kalah penting. Komponen ini berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi yang awal sebelum adanya tekanan dari tuas rem atau pedal. Dalam sistem kerja rem tromol, return spring terdiri dari 2 yaitu uper spring dan lower spring.

Brake Shoe Adjuster

Brake shoe adjuster adalah salah satu komponen rem tromol yang terletak di bagian bawah rem tromol. Bentuknya menyerupai screw yang berada di adjuster. 

Brake shoe adjuster berfungsi untuk menyetel celah atau ruang bebas di antara kampas rem tromol dengan permukaan tromol. Celah ini akan terus muncul seiring kampas rem yang aus karena pemakaian, sehingga rem tromol harus disetel dalam beberapa waktu tertentu.

(YS)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *