Jakarta, CNN Indonesia

Simon Tahamata merupakan pemain keturunan Maluku yang punya nama besar di Belanda dan klub Ajax, sehingga tak aneh bila suporter De Godenzonen memberi kado perpisahan spesial.

Fans Ajax memberi salam perpisahan kepada Simon sebelum laga kandang menjamu Utrecht dalam lanjutan liga Belanda di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Minggu (3/3).

Simon yang merupakan pelatih muda di tim raksasa Belanda itu meninggalkan Ajax pada 1 Maret dan bergabung ke Deutsche Football Academy di Berlin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah poster besar bertuliskan bahasa Indonesia terpampang di tribune suporter, “Oom Simon Terima Kasih.”

Bukan tanpa alasan klub Ajax memiliki rasa mendalam dengan Simon. Sosok kelahiran Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956 itu menjadi salah satu pemain yang turut mengibarkan panji Ajax pada era 1970-an.

Ada tiga gelar liga dan satu KNVB Cup yang dipersembahkan Simon kepada Ajax sampai masa baktinya sebagai pemain bersama klub asal Amsterdam itu usai pada 1980.

Simon kemudian pindah ke Standard Liege di liga Belgia pada 1980 sampai 1984. Bersama skuad Les Rouches, Simon memenangi liga dan turnamen domestik.

Sempat pindah ke Feyenoord pada 1984 hingga 1987, Simon kemudian memilih klub Belgia lagi Beerschot pada 1987. Kariernya sebagai pemain ditutup pada 1996 di klub tersebut yang kemudian berganti nama menjadi Germinal Ekeren.

[Gambas:Instagram]

Di kancah internasional, Simon pernah mengenakan jersey Oranye khas Timnas Belanda. Sebanyak 22 pertandingan dilakoni Simon dari 1979 sampai 1986. Tercatat ada dua gol dan sebuah assist yang ditorehkan Simon bersama Belanda.

Setelah gantung sepatu, Simon aktif sebagai pelatih dan fokus di usia muda. Karier pertama sebagai juru taktik dijalani di Standard Liege pada 1996 sampai 2000. Simon kemudian bertugas di Germinal Beerschot, Ajax, Al Ahli, dan kembali ke Ajax.

Masa kepelatihan Simon tak pernah putus sejak 1996 hingga kini Simon tercatat terus melatih. Tim muda Ajax merupakan tempat terlama Simon mendedikasikan diri sebagai pelatih.

Simon berada di tim muda Ajax pada 2004 hingga 2009 dan kemudian berlanjut pada 2014 hingga 2014.

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *