Beliau mengajak hadirin kembali melihat pencapaian ITB sejak tahun 1920. Sedari awal, ITB telah melahirkan calon ilmuan, pemuka masyarakat, dan pemimpin negara yang berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh itu seperti Bung Karno, B. J. Habibie, hingga perintis startup seperti Gibran Huzaifah pendiri E-Fishery, menjadi bukti nyata prestasi alumni ITB dalam berbagai bidang.

Beliau pun menyampaikan pencapaian ITB dalam lembaga dunia, seperti peringkat 389 dunia dan peringkat 1 di Indonesia menurut GS World Ranking Sustainability 2024. “Prestasi ini menjadi kebanggaan kita semua, namun sekaligus menuntut tanggung jawab dan amanah dari seluruh sivitas akademika ITB,” ujarnya.

Ketua MWA menyoroti tiga aspek kualitas besar yang harus terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran ITB, yaitu kualitas moral/etika, semangat berinovasi, dan membangun jejaring/networking.

Pesan moral dan dorongan untuk terus berinovasi di bidang pertanian, perikanan, pertambangan, perminyakan, peternakan, perhubungan, dan sektor industri lainnya menjadi fokus utama dalam sambutan Ketua MWA. “Dari tangan dan pikiran sivitas akademika ITB, kita yakin bisa lahir karya-karya besar yang mendukung keunggulan Indonesia di berbagai sektor,” ucapnya.

Beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda ITB agar berkembang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menjelma menjadi diaspora di berbagai belahan dunia. Namun, dia menegaskan pentingnya cinta dan pengabdian kepada tanah air, mengutip pesan Bung Karno, “Hanya ke ITB-lah cintaku bermuara dan lahir untuk negeriku.”

Sambutan diakhiri dengan penuh kehangatan, diiringi sebuah pantun yang menyiratkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap almamater tercinta, ITB. “Di jalan Ganesha alamaterku, tempatku mengabdi dan kucinta, Dirgahayu ITB-ku, semoga selalu jaya selamanya. Vivat ITB, in harmonia progresio,” ujarnya.

Padmanatha Adhiwijna (Teknik Pertambangan, 2020)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *