SOLOPOS.COM – Pengrajin pahat batu Merapi di Muntilan Kabupaten Magelang menyelesaikan pesanan. (Beritamagelang.id)

Solopos.com, MAGELANG — Karya seni dari bahan dasar batu di Muntilan Magelang masih memiliki nilai jual tinggi dan tetap bertahan di saat pandemi Covid-19.

Mengutip Beritamagelang.id, Rabu (2/6/2021), Salah seorang pemahat batu asal Muntilan, Kabupaten Magelang, Agus Tama, mengatakan di Galeri Bagus Art Stone, dia membuka usaha yang diteruskan turun temurun.

Dari keahlian autodidak ini berbagai jenis kerajinan dihasilkan antara lain miniatur stupa dan relief Candi Borobudur, ornamen hiasan dinding hingga peralatan dapur berupa cobek.

Baca Juga :  Pasar Luar Pulau Lirik Kerajinan Kayu Pucang Magelang

Meski sempat sepi akibat pandemi Covid 19, produktivitas pemahat batu di Muntilan kini mulai normal. Selain diminati konsumen Indonesia, hasil karya pahat Magelang ini juga diekspor ke mancanegara. “Biasa ekspor seperti ke Amerika, Belgia, Vietnam, Thailand, dan Afrika,” ungkap Agus.

Menurut dia, kerajinan pahat batu asal Muntilan memang terkenal kualitasnya. Di samping itu pasar luar negeri juga mengakui hasil pengerjaan pemahat tradisional Magelang sangat detail sempurna.

Agus menceritakan material batu andesit hitam diambil dari sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi. Batu andesit itu merupakan sisa endapan material erupsi Merapi. “Soalnya sini deketnya sumber bahan dari Gunung Merapi. Kualitasnya itu mungkin contohnya Candi Borobudur kualitasnya sudah teruji berabad-abad,” jelasnya.

Baca Juga : Cari 4 SMA Swasta Terbaik di Magelang? Ini Daftarnya

Karena dikenal memiliki kualitas bagus awet dan harga bersaing, menjadikan karya perajin batu Muntilan banyak diminati konsumen. Dari sekian banyak jenis barang hasil kerajinan pahat batu Muntilan, cobek batu paling banyak dicari konsumen.

 

Berita Terkait

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *