[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Harvard Business Review mencatat adanya hubungan antara fungsi kognitif (yang merupakan pendukung kinerja sebuah pekerjaan) dengan olahraga.

Mengetahui apa yang kita lakukan tentang olahraga dan kemampuannya untuk meningkatkan kinerja pada pekerjaan, maka haruskah olahraga di tempat kerja menjadi suatu keharusan?

Tentu saja, tidak ada perusahaan yang dapat mewajibkan karyawannya untuk berolahraga sambil bekerja, tetapi setidaknya, memasukkan kemungkinan untuk berolahraga di ruang kerja selama hari kerja adalah eksperimen pemikiran yang menarik.

Kita tahu bahwa olahraga meningkatkan kesehatan mental, serta hubungan antara kebugaran dan kesehatan mental juga tidak dapat disangkal.

Terkait pasar kesehatan dan kebugaran korporat global, ada alasan mengapa pasar ini menjadi bisnis yang begitu besar.

Baca juga: Stres di tempat kerja bisa diatasi dengan olah raga

Menurut laporan Crains seperti dilansir Connect The Watts pada Kamis (29/2), pada tahun 2022 pasar kesehatan tersebut bernilai 53 miliar dolar AS atau sekitar Rp 834 miliar.

Hal ini diperkirakan akan tumbuh hampir 5 persen dari tahun ke tahun hingga tahun 2030.

Perusahaan seperti Peloton, pemimpin dalam bidang kebugaran telah menawarkan penawaran yang ditujukan untuk korporasi dan “corporate engagement experiences”.

Apple Fitness+ dan Gympass juga bekerja sama dan memberikan contoh lain mengenai kesejahteraan perusahaan di dunia kerja.

Seperti yang dicatat Penulis dan Konsultan senior, Julia Hobsbawm, “Mengingat semua manfaat olahraga bagi karier, masuk akal untuk mengkonfigurasi ulang tempat kerja agar menyertakan olahraga dengan lebih bermakna”.

Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar menggunakan pusat kebugaran sebagai cara untuk membawa orang kembali ke kantor.

Kantor pusat baru Marriott International di Bethesda, Maryland, adalah kampus tempat karyawan dapat makan, berolahraga, mandi, dan bertemu dengan manajer.

Baca juga: Studi ungkap aktif bergerak jadikan seseorang terbuka pada hal baru

Sebenarnya, seperti apa hubungan antara bekerja dan olahraga di tempat kerja, bergantung pada pemberi kerja dan akan sangat berkaitan dengan ruang tempat mereka bekerja.

Namun katakanlah tidak ada ruang fisik atau ruangan untuk meletakkan beberapa sepeda olahraga dan matras yoga, tetapi meminta atasan atau administrator untuk mengajak karyawan berolahraga akan menguntungkan semua orang yang terlibat.

Meskipun olahraga di tempat kerja tidak diwajibkan, menciptakan ruang olahraga di dalam kantor atau gedung akan meningkatkan kinerja setiap orang serta kesehatan dan kesejahteraan mereka secara umum saat bekerja.

Baca juga: Aktivitas fisik penting agar tetap bugar seiring bertambahnya usia

[ad_2]

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *