REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Ad Interim Erick Thohir akan meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) pada 7 Desember 2023. GMCC di Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan kawasan MICE berstandar internasional yang dikembangkan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“(GMCC) peresmian kawasan pada Desember oleh Pak Erick (Erick Thohir) sebagai Menko Marves Ad Interim,” ujar Direktur Utama ITDC Ari Respati saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Ari menyampaikan, ITDC berkomitmen melakukan akselerasi dalam pengembangan Labuan Bajo, salah satunya dengan menyediakan fasilitas pertemuan berstandar internasional di GMCC. Ari mengatakan, ITDC mengikuti arahan pemerintah dalam menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi premium. 

“Makanya di sana tidak heran sejauh ini hotel yang tumbuh itu brand-brand besar, Marriot mau opening, lalu Ayana, Plataran, dan lain-lain,” ucap Ari.

 

Ari menilai, kehadiran GMCC dapat memacu percepatan pengembangan destinasi pariwisata di Labuan Bajo. Ari berharap industri perhotelan maupun resort akan tumbuh seiring operasional GMCC.

“(Pengembangan GMCC) ini saya kebut agar ada investor segera membangun minimal hotel, dan nanti resort ke depannya,” lanjut Ari.

Kawasan MICE ini dilengkapi dengan convention hall, VVIP lobby, VVIP lounge, media center, amphitheater, observation deck, beach club, dan dermaga kayu. GMCC berhadapan langsung dengan Pulau Rinca yang termasuk ke dalam Taman Nasional Komodo yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Pembangunan fasilitas MICE di Kawasan Golo Mori terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 pax, VVIP lobby 400 pax, VVIP Lounge 29 pax, VIP Room 12 pax, Media Center 50 pax, dan Amphitheater 500 pax. Ke depannya, kawasan ini akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan terintegrasi, yang dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, fasilitas Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berkelas dunia, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya.

Pengembangan kawasan ini adalah penugasan dari pemerintah yang ketiga kalinya, setelah pengembangan The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok NTB. 





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *