[ad_1]

Sabtu, 9 Maret 2024 | 23:14 WIB

Herman / HE

Logo Huawei. (AFP)

Jakarta, Beritasatu.com – Meskipun Amerika Serikat (AS) menerapkan pembatasan dalam menyediakan teknologi cip canggih ke Tiongkok, Huawei berhasil mengembangkan cip yang lebih kuat untuk ponsel pintar Mate 60 Pro dengan menggunakan teknologi dari perusahaan AS.

Dilansir dari Gizmochina, Sabtu (9/3/2024), Huawei bersama mitranya Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC) dilaporkan telah menggunakan teknologi dari Applied Materials dan Lam Research yang berbasis di California untuk membuat cip 7 nanometer. Cip ini mampu membuat AS ketar-ketir di tengah perang cip yang tengah berlangsung.

SMIC dilaporkan telah mengakuisisi teknologi AS sebelum Departemen Perdagangan AS memberlakukan larangan pada Oktober 2022. Larangan ini membatasi perusahaan-perusahaan AS untuk menyediakan peralatan pembuat cip kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Pembatasan lebih lanjut yang diberlakukan AS pada November 2022 melarang persetujuan penjualan peralatan kepada Huawei dan perusahaan Tiongkok lainnya atas alasan keamanan nasional.

Meskipun Departemen Perdagangan AS belum menemukan bukti bahwa SMIC memproduksi cip canggih ini secara massal, Huawei melaporkan permintaan awal yang kuat untuk seri Mate 60 dalam enam minggu pertama 2024. Selama periode yang sama, penjualan iPhone di Tiongkok justru mengalami penurunan signifikan sebesar 24% dari tahun sebelumnya.

Simak berita dan artikel lainnya di
Google News

Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com via whatsapp

Bagikan

[ad_2]

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *