[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024 sebanyak lima kali.

Format pilpres 2024 ini cukup berbeda dibandingkan pilpres tahun-tahun sebelumnya mengingat pilpres 2024 akan digelar sebanyak lima kali dan dihadiri secara bersamaan oleh setiap pasangan calon (paslon) capres dan cawapres.

Namun yang menarik adalah dari kelima debat tersebut, tiga debat diantaranya akan didominasi oleh capres sementara dua lainnya didominasi oleh cawapres.

Pada debat Pilpres 2024 pihaknya berencana menghadirkan secara bersamaan capres-cawapres dalam 5 kali gelaran debat. Sehingga tidak ada secara khusus debat cawapres. Berbeda dari Pilpres sebelumnya yang formatnya 2 kali khusus capres, 1 kali khusus cawapres, dan 2 kali debat dengan komposisi bersamaan capres-cawapres.

“Di setiap debat, rencananya akan didampingi oleh pasangan masing-masing. Misalnya pada saat debat capres, aktor utamanya adalah capres itu sendiri dalam menyampaikan pendalaman materi visi, misi, dan program pencalonan. Dalam debat ini, cawapres hanya mendampingi saja,” ungkap Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik kepada wartawan, Sabtu (2/12/2023).

Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy’ari menjelaskan format baru ini dilakukan agar pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres.

“Sehingga kemudian supaya publik makin yakin lah team work (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat,” kata Hasyim.

Debat capres-cawapres untuk pilpres 2024 akan dimulai pada 12 Desember 2023 dan dilanjutkan pada 22 Desember 2023. Kemudian 7 Januari 2024 serta 21 Januari 2024. Terakhir pada tanggal 4 Februari 2024 atau 10 hari sebelum pilpres dilaksanakan.

Kendati demikian, format gelaran debat capres-cawapres berbeda-beda setiap tahunnya sesuai dengan kesepakatan setiap paslon dan KPU sebagai penyelenggara.

Tahun 2004

Pilpres 2004 merupakan pemilu pertama yang memungkinkan rakyat memilih langsung wakil mereka untuk duduk di DPR, DPD, dan DPRD serta memilih langsung presiden dan wakil presiden.

Oleh karena itu, debat capres-cawapres yang diselenggarakan pun masih relatif kaku karena disiarkan secara publik.

Terdapat lima paslon yang mendaftar sebagai capres-cawapres. Maka dari itu, debat dilangsungkan sebanyak dua kali, yakni debat pertama pada 30 Juni 2004 yang dilakukan oleh pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo. Sementara debat kedua dilakukan pada 1 Juli 2004 yang menghadirkan paslon Hamzah Haz-Agum Gumelar, Susilo Bambang Yudhoyono- Jusuf Kalla, dan Wiranto-Salahuddin Wahid.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat secara keseluruhan pelaksanaan dialog capres-cawapres berkisar antara US$60.000 sampai US$65.000 atau lebih dari Rp500 juta (1US$ = Rp9.000).

Biaya itu selain digunakan untuk pelaksanaan dialog selama dua hari, juga digunakan untuk persiapan acara, sewa ruangan, desain ruangan, hingga perlengkapan untuk pelaksanaan siaran langsung stasiun televisi.

Tahun 2009

Debat capres-cawapres untuk pilpres 2009 terdiri sebanyak lima kali dengan format debat pertama dan ketiga untuk capres saja, debat kedua dan keempat untuk cawapres saja, sementara debat kelima dihadiri oleh capres dan cawapres namun dominasi pembicaraan diambil alih oleh capres.

Alokasi waktu untuk tiap debat adalah 2×60 menit dengan konten debat 90 menit. Rinciannya, pemaparan visi, misi, dan program kandidat selama 7-10 menit, pertanyaan pendalaman oleh moderator dan jawaban kandidat selama 30 menit, dan pertanyaan dan jawaban antar kandidat 30 menit.

Debat dilangsungkan pada Juni 2009 sebanyak empat kali, sementara debat kelima dilaksanakan pada 2 Juli 2009. Topik debat bervariasi dari soal strategi tata kelola pemerintahan bersih, penegakan supremasi hukum, sampai upaya mengatasi kemiskinan.

Tahun 2014

Pelaksanaan debat capres-cawapres 2014 dilakukan sebanyak lima kali dengan ketentuan dua kali untuk capres, dua kali untuk cawapres, dan satu kali untuk pasangan capres-cawapres.

Debat tersebut disiarkan oleh 5 stasiun televisi nasional yakni SCTV, Metro TV, TV One, RCTI, dan Kompas TV & TVRI.

Secara umum pelaksanaan debat berdurasi 90 menit dan 30 menit untuk jeda komersil dengan tetap mengedepankan iklan layanan masyarakat pemilu.

Fakta lain menarik dari debat 2014 yakni pelaksanaan debat tersebut hanya dipandu moderator dan tidak mengikutsertakan panelis. Hal ini serupa dengan debat pada Pilpres 2009.

Tahun 2019

Pada debat capres-cawapres 2019, terdapat dua kali debat khusus capres, satu kali debat khusus cawapres, dan 2 kali debat dengan komposisi bersamaan capres-cawapres.

Format debat yang digunakan pun berbeda dengan 2014 yakni menggunakan dua sistem yakni pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.

Debat capres-cawapres dilaksanakan sejak Januari hingga April 2019 dengan tema yang berbeda-beda yakni:

1. Debat pertama: Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme

2. Debat kedua: Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dan Infrastuktur

3. Debat ketiga: Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan

4. Debat keempat: Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional

5. Debat kelima: Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(rev/rev)

[Gambas:Video CNBC]


[ad_2]

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *