Foto (dari kiri ke kanan) Nada Putri Pambudi sebagai moderator, Dr Anny Yuniarti SKom MComp Sc, Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc dan Ir Achmad Holil Noor Ali MKom pada kegiatan ITS Edutalk Series

(dari kiri ke kanan) Nada Putri Pambudi sebagai moderator, Dr Anny Yuniarti SKom MComp Sc, Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc, dan Ir Achmad Holil Noor Ali MKom pada kegiatan ITS Edutalk Series

Kampus ITS, ITS News – Guna mengenalkan program studi (prodi) baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kepada calon peserta didik baru, Subdirektorat Admisi ITS gelar ITS Edutalk Series. Kegiatan sosialisasi ini digelar secara daring melalui akun media sosial ITS Admission, Senin (25/3).

Mengusung tema Bedah Prodi Baru ITS, kegiatan ini membedah beberapa prodi baru Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC). Prodi tersebut antara lain Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Inovasi Digital. Ketiga prodi ini mulai dibuka untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024. 

Kepala Program Studi RKA, Dr Anny Yuniarti SKom MComp Sc menjelaskan bahwa prodi RKA dan RPL berada di bawah naungan Departemen Teknik Informatika ITS. Anny membeberkan, prodi RKA secara spesifik membahas kecerdasan artifisial tahap lanjut guna menciptakan solusi yang cerdas dan inovatif di bidang industri, kesehatan, dan lainnya. Adapun prodi ini memiliki enam profil lulus yang dapat dicapai oleh para mahasiswa. 

Enam profil tersebut antara lain Artificial Intelligence/Machine Learning Engineer, Data Intelligence Analyst, Social Data/Media Analyst, Graphics and Computer Vision Engineer, Game and Animation Programmer/Developer, dan Extended Reality Programmer/Developer. “Lima tahun ke depan, kebutuhan akan SDM yang mampu mengembangkan AI akan meningkat, di sana peran lulusan kami,” papar Anny.

Sejalan dengan pengembangan Ilmu Kecerdasan Artifisial, ITS juga menunjukkan perhatian pada bidang Software Engineering lewat prodi RPL. Pembentukan prodi ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang tidak bisa lepas dari aplikasi atau penggunaan perangkat lunak. “Di prodi ini kita belajar analisis fitur atau komponen apa saja yang ada dalam perangkat lunak,” jelas salah satu Dosen Prodi RPL, Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc.

Foto Mahasiswa Program Studi Inovasi Digital ITS saat mendiskusikan proyek bisnis

Mahasiswa Program Studi Inovasi Digital ITS saat mendiskusikan proyek bisnis

Perempuan yang akrab dipanggil Yuhana itu menuturkan, Prodi RPL mempelajari serangkaian proses analisis, desain, coding atau bahasa pemrograman, pengujian perangkat lunak, hingga implementasi program. Tidak hanya itu, prodi ini juga memiliki prospek kerja yang luas seperti Software Project Manager, Pengembang Aplikasi Mobile, Solution Architect, dan Software Quality Control.

Di sisi lain, inisiator prodi Inovasi Digital, Ir Achmad Holil Noor Ali MKom turut mempromosikan keunggulan prodinya. Bidang ilmu yang baru pertama kali ada di Indonesia ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang memiliki minat untuk merintis bisnis. “Dengan jiwa entrepreneurship, kita ingin menciptakan produk yang bermanfaat dan dapat mengubah peradaban dunia menggunakan teknologi,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ali itu.

Melalui prodi Inovasi Digital, mahasiswa akan mempelajari proses menciptakan, mendistribusikan, dan mengkomersialisasikan produk digital hingga dapat diadopsi oleh orang lain. Ilmu ini secara khusus akan membentuk mahasiswa menjadi perintis bisnis, pembuat produk dan wirausaha yang mampu bersaing dengan startup lain. Tetap mengedepankan penerapan teknologi informasi, prodi ini berada di bawah naungan Departemen Sistem Informasi ITS. 

Dengan hadirnya tiga prodi baru ini, diharapkan calon peserta baru dapat memperoleh wawasan tentang potensi apa saja yang dapat dikembangkan dalam bidang Teknologi Informasi. Program Bedah Prodi Baru ITS ini menjadi sarana promosi ITS sekaligus menjawab pertanyaan terkait prospek kerja, proses pembelajaran, kurikulum dan mata kuliah prodi terkait bagi calon mahasiswa angkatan 2024. (*)

 

Reporter: A. Rifda Yuni Artika
Redaktur: Regy Zaid Zakaria



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *