[ad_1]

Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT saat menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai telematika kesehatan pada acara Pengukuhan Profesor ITSProf Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT saat menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai telematika kesehatan pada acara Pengukuhan Profesor ITS

Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT saat menyampaikan orasi ilmiahnya mengenai telematika kesehatan pada acara Pengukuhan Profesor ITS

Kampus ITS, ITS News – Perwujudan pelayanan kesehatan yang cerdas dan paripurna semakin mungkin untuk diterapkan di Indonesia. Melihat kesempatan tersebut, Guru Besar ke-188 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT bertekad untuk mewujudkan pelayanan yang modern melalui integrasi keilmuan telematika kesehatan.

Profesor dari Departemen Teknik Komputer ITS tersebut menjelaskan, ilmu telematika merupakan kombinasi antara bidang teknologi informasi dan telekomunikasi yang memiliki lingkup mulai dari proses perolehan data, pengolahan, penyimpanan data, dan pengiriman data. “Telematika tidak bisa lepas dengan peran sistem komputer, software, dan hardware lain yang berdiri sendiri maupun yang terhubung,” paparnya.

Melihat potensi tersebut, sambung dosen dengan sapaan Eddy ini, telematika dapat diintegrasikan ke bidang kesehatan untuk memberikan kemudahan pelayanan maupun melakukan diagnosis terhadap pasien. Lingkup telematika kesehatan lainnya adalah informatika medis, blockchain untuk pengamanan data medis, visualisasi data medis, dan lingkup-lingkup lainnya. “Telematika kesehatan diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang praktis dan modern,” terang ayah tiga anak ini.

Dalam orasi ilmiahnya, terdapat dua macam inovasi keilmuan yang berhasil dibawa oleh Eddy di bidang telematika kesehatan. Pertama adalah penciptaan framework penggunaan ultrasound untuk mendapatkan bentuk tiga dimensi (3D) dari tulang belakang manusia. Framework ini dapat diwujudkan dengan bantuan alat bernama Free-hand 3D Ultrasound System (FH-3D US) yang terdiri dari mesin ultrasound konvensional, alat penjejak dengan beberapa marker, dan sistem komputer.

Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT yang juga pernah menjadi Ketua Tim Pengembang Robot RAISA dari ITSProf Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT yang juga pernah menjadi Ketua Tim Pengembang Robot RAISA dari ITS

Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT yang juga pernah menjadi Ketua Tim Pengembang Robot RAISA dari ITS

Framework yang ditujukan untuk mengikuti perkembangan penyakit skoliosis ini memiliki empat tahap dalam merekonstruksi volume sehingga tercipta gambar 3D yakni bin filling, hole filling, volume segment alignment, dan volume segment compounding. “Hasil keseluruhan prosedur dalam kerangka ini menunjukkan bahwa pencitraan tulang belakang manusia menggunakan ultrasound dapat dilakukan,” ungkap Eddy.

Kemudian, inovasi keilmuan kedua yang dibawa oleh lelaki kelahiran Denpasar, 30 Juli 1969 ini adalah pendekatan baru dalam proses filtering untuk pengolahan citra digital yang Bernama Branches Filtering. Pendekatan ini diterapkan pada konsep Max-Tree, sebuah citra yang dapat digambarkan dalam bentuk sebuah pohon, di mana setiap simpul mempresentasikan area dengan kesamaan ciri seperti intensitas termasuk simpul daun dan induk.

Pendekatan ini cocok untuk mengekstrak objek dalam citra, selama objek tersebut dapat dikenali dari informasi yang menonjol seperti intensitas, bentuk, nilai skalar, atau nilai vektor lainnya. Selain itu, hasil optimal dapat dicapai jika area yang memiliki informasi menonjol tersebut terdapat pada simpul daun.

Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT (kiri) menyerahkan sertifikat pengukuhan kepada Profesor ke-188 ITS Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MTKetua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT (kiri) menyerahkan sertifikat pengukuhan kepada Profesor ke-188 ITS Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT

Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT (kiri) menyerahkan sertifikat pengukuhan kepada Profesor ke-188 ITS Prof Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT

Atas inovasi keilmuan tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS tersebut berhasil memberikan kontribusi keilmuan yang konkret pada bidang telematika kesehatan. Keilmuan tersebut meliputi subbidang medical image processing and analysis, computer vision, pengolahan citra mikroskopis, robotika, serta gim dan pengamanan data medis.

Dengan adanya inovasi keilmuan yang berhasil dirancangnya, Eddy berharap agar kontribusi nyatanya dapat bermanfaat untuk memajukan masa depan telematika kesehatan di Indonesia. “Terima kasih atas kesempatan emasnya sehingga saya bisa berkontribusi secara nyata untuk memajukan telematika kesehatan di Indonesia,” tuturnya bersyukur. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Bima Surya Samudra

[ad_2]

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *